Kamis, 08 Februari 2018

Training Blogging for Beginners Pilihan Kece Bagi yang Ingin Menjadi Blogger

14.56

Ceritanya, diminta untuk nulis review kelas Blogger for Beginner yg baru aja selesai. Mau dirunut aja, kenapa bisa sampai di kelas ini 
_________________________________________________________________________________________

Dulu, setiap aktivitas harian selalu ditulis di buku diary. Sekarang, masih ada nggak ya yang menulis semua cerita dalam buku? Salut deh... karena zaman teknologi canggih saat ini, apa-apa ditulis di gadget. Malah bisa tersebar ke berbagai media sosial. Jadi bukan rahasia pribadi lagi 

Kebiasaan menulis diary hilang setelah kuliah dan menikah. Sempet sih, waktu punya anak menulis perkembangannya di buku kecil. Hanya bertahan satu bulan kalau nggak salah 
Selebihnya ya, diingat di luar kepala aja alias banyak lupanya.

Beberapa tahun belakangan ini, keinginan menulis muncul lagi. Apalagi setelah kenal motivator-motivator keren yang rajin nulis di web pribadinya, dan isinya sangat  menginspirasi dan memacu diri untuk berbagi ilmu pada orang lain melalui tulisan. Meninggalkan jejak untuk anak, cucu, dan orang lain. 

Menurut saya sih, itu keren banget. Mulailah membuat blog sederhana. Saking sederhananya, tulisan yang diposting juga hanya beberapa.
Niatnya ingin menulis minimal satu minggu sekali. Sudah beberapa minggu berlalu, tulisan tak kunjung ada. Alasan klise selalu jadi andalan, bingung mau menulis apa he he

Akhirnya, bertemulah dengan training online di facebook. Mulai dari cara mudah nulis artikel sampai ikut tantangan  menulis 30 hari. Dari situ, termotivasi kembali untuk menulis. Ternyata kalau sudah punya tema selama sebulan, menulis itu jadi mudah. Aamiin ..

Training online lain yang memikat hati adalah training Blogging for Beginner. Iyalah, sudah punya blog tapi dicuekin beberapa tahun dengan tampilan ala kadarnya, rasanya maknyess... ingin nangis sambil gigit meja.
Setelah training ini diikuti, waduh... memang jauh banget ya. Dikira blog saya sudah oke, ternyata masih jauh panggang dari api. 

Sekarang baru memahami kode-kode html itu harus diisi apa. Ternyata itulah coding yang sering terdengar di telinga. Dulu hanya diliatin aja itu kode buat apa. Mencoba mengutak-atik sendiri, yaa.. nggak paham. Mau ngutak ngatik semalaman, tapi kalau nggak ada yang bimbing, yakinlah nggak ada perubahan di blog. Bermain coding itu seperti sedang memecahkan sandi rahasia yang membawa pemain masuk ke dalam labirin yang tak bertepi, yang nggak tahu bisa bertemu jalan keluar atau tidak 😣



Alhamdulillah, ada kesempatan belajar mengelola blog yang sesungguhnya itu, suatu kebahagiaan tersendiri. Apalagi kalau berhasil mengutak-atik coding yang diberi cikgu Ayu Coding dan cikgu Dira, rasanya yess berhasil. Kedua orang pembimbing ini telaten banget menjawab semua pertanyaan peserta yang kebingungan seperti saya. Tapi hasilnya luar biasa. Blog menjadi lebih menarik karena ada materi mempercantik blog, mengganti template, dan membuat profil disertai edit foto yang keren. Tentunya disertai mengutak-atik coding ya.

Memang blog saya belum begitu bagus, masih banyak yang perlu diperbaiki. Tapi untuk blogger pemula, puas rasanya. Blog jadi cantik dan menarik (menurut sayah 😁). Mengisi blog dengan tulisan yang baik adalah tugas saya sekarang. Semoga nggak hanya jadi  niat tulus ikhlas tapi nggak ada kelanjutannya. Harus berubah menjadi lebih baik.

Saya juga belajar banyak dari blog para cikgu yaitu www.rahayuasda.com dan www.diraindi.com, yang cakep binti keren itu.

Menulis itu asyik dan blog adalah sarana menulis yang mudah diakses. Namun, jika ingin menjadi blogger profesional, harus belajar tiada henti. Niatkan ini menjadi ladang amal dan dakwah kita. Aamiin. 

Jumat, 02 Februari 2018

Tentang Saya

08.27




Hai ... Assalamu'alaikum

Kenalkan, saya Yani Dasikun pemilik blog Sri Septriyani, lulusan Kedokteran yang suka menulis, traveling, ngutak ngatik resep, dan fotografi. Sekarang lagi ngutak ngatik  bisnis. 

Kok, beda benget dengan sekolahnya? Karena saya suka mengeksplorasi hal-hal baru.
Saat ini juga sedang belajar Ilmu Kesehatan Holistik. Menarik karena mempelajari tubuh sebagai bagian dari alam semesta ciptaan Allah SWT. Digabung dengan medis modern, biidznillah, semoga makin manfaat.

Nggak aktif di ilmu kedokteran, saat ini full time sebagai ibu. Mendampingi anak-anak yang mulai tumbuh dewasa, mengganti waktu yang hilang saat bekerja dulu.

Pernah menulis untuk majalah Hidayatullah. Dan saat ini sedang belajar menjadi penulis yang baik supaya tulisannya lebih menginspirasi banyak orang. 
Berharap jejak saya bisa terus ada hingga akhir hayat.

Untuk menghubungi bisa melalui email 
sriseptriyani@gmail.com
yani.dasikun@gmail.com

Sabtu, 27 Januari 2018

Nyeri Pinggang? Hindari Tiga Hal ini

20.25
Semua manusia diberi karunia tulang belakang. Nah, Mak tahu nggak fungsi tulang belakang itu? Sekarang bayangkan, Mak kalau manusia tidak diberi Allah tulang belakang.  Apa yg terjadi? Mak akan meliuk-liuk, bahkan kalau akan bergerak bisa jadi seperti ular.  Jadi betapa Allah itu Maha Baik. Manusia diberi tulang belakang hingga Emak dapat berdiri tegak, berjalan, berlari, dan membereskan segala pekerjaan rumah. Karenanya bersyukurlah untuk semua yang telah diberi.

Hanya, pernah nggak Emak merasa tlg belakang dan pinggangnya nyeri dan pegal? Hampir sebagian besar Emak akan menjawab pernah. Karena berdasarkan data delapan dari sepuluh orang pernah merasakan nyeri pinggang. 
Kenapa bisa nyeri pinggang?
Karena Emak selalu bergerak. Menyapu, mengepel lantai, mencuci, memasak, menggendong anak, hamil, melahirkan dan banyak aktivitas lain.

Karena begitu banyaknya aktivitas Emak, maka kehati-hatian sangat diperlukan.  
Ada tiga hal yang harus Emak hindari agar terhindar dari nyeei pinggang
1. Mengangkat benda yang berat. 
Kegiatan mengangkat benda berat nggak mungkin dihindari oleh Emak. Mengangkat cucian, belanjaan dan lainnya jika tidak dilakukan dengan benar akan melukai tulang belakang.
Tulang belakang akan bergeser atau teregang hingga terjadi perubahan. 
Cara mengangkat benda berat jg berpengaruh ya Mak. Biasakan saat mengangkat bukan pinggang yang mengangkat, tetapi jongkok terlebih dulu lalu angkat dengan beban berada di kaki.

2. Memakai sepatu hak tinggi. Sepatu berhak tinggi memang membuat tubuh terlihat lebih tinggi dan cantik. Tetapi sepatu berhak tinggi akan membebani tulang belakang. Yang seharusnya lurus dan relaks malah menjadi terlalu ke depan.

3. Postur tubuh yang jelek.
Saat berdiri, duduk, atau menggendong anak harus diperhatikan. Hindari duduk dwngan menyilangkan kaki atau berdiri dengan berat badan bertumpu pada satu kaki.

Nah, itulah hal-hal yang dapat menimbulkan nyeri pinggang. Sedapat mungkin dihindari agar tulang belakang dan pinggang Emak tetap sehat. Ingat, Emak hanya diberi satu tulang belakang karenanya jaga dan sayangi sebagai bentuk rasa syukur pada Allah.